Apakah Boleh Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo? Cek Informasi Lengkapnya Di Sini!
Fitriyawati
Desember 30, 2025
10 min read
Taman Nasional Komodo, yang terkenal sebagai rumah bagi kadal raksasa Komodo, selalu menjadi destinasi impian bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam Indonesia Timur. Banyak pengunjung ingin menangkap panorama laut biru, pulau-pulau kecil, serta flora dan fauna unik di kawasan ini dengan cara yang berbeda, termasuk menggunakan drone. Tapi pertanyaannya: apakah boleh menerbangkan drone di Taman Nasional Komodo? Artikel ini akan menjawab pertanyaan itu secara lengkap agar bisa mempersiapkan segalanya sehingga perjalanan liburanmu tetap aman dan berkesan.
Poin Utama
- Kamu boleh menerbangkan drone di Taman Nasional Komodo, tetapi hanya jika memiliki izin resmi SIMAKSI agar legal dan aman.
- Pastikan semua dokumen lengkap, termasuk identitas diri, lisensi pilot dan drone, rencana terbang, serta surat permohonan.
- Pengajuan izin dilakukan melalui website resmi, dan pembayaran Drone Operation Fee dilakukan lewat aplikasi SIORA.
- Hindari area larangan seperti Pulau Kalong, Resort Loh Buaya, Resort Loh Liang, dan Zona Inti Taman Nasional Komodo untuk melindungi satwa dan keselamatanmu.
- Selalu terapkan etika penggunaan drone, dan jika ragu, percayakan dokumentasi udara pada tim profesional seperti Labuan Bajo Productions agar momen liburanmu tetap aman dan terekam dengan baik.
Apakah Boleh Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo?

Ya, boleh, tetapi ada beberapa aturan penting yang harus dipenuhi agar aktivitasmu tetap legal dan aman. Hal ini karena Taman Nasional Komodo termasuk kawasan konservasi yang diawasi ketat, sehingga semua kegiatan, termasuk penggunaan drone, perlu mendapatkan izin resmi atau SIMAKSI. Dengan kata lain, izin ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga satwa dan ekosistem agar tetap terlindungi.
Selain soal izin, kamu juga perlu memperhatikan faktor keselamatan. Medan di Taman Nasional Komodo cukup beragam, mulai dari tebing yang curam, hutan lebat, hingga perairan luas, sehingga rencana penerbangan drone harus diperhitungkan dengan matang. Jika kamu terbang tanpa persiapan, risiko kerusakan drone maupun gangguan terhadap satwa bisa meningkat. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami aturan, menyesuaikan ketinggian penerbangan, serta memilih zona yang aman sebelum mengaktifkan drone.
Apa Saja Persyaratan dan Kelengkapan Dokumen Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo?
Sebelum kamu menerbangkan drone di Taman Nasional Komodo, penting untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Kelengkapan dokumen ini tidak hanya memastikan penerbanganmu legal, tetapi juga membantu menjaga keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Berikut adalah dokumen-dokumen yang wajib kamu siapkan:
- SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi)
Dokumen utama ini memastikan setiap penerbangan dilakukan dengan aman, tidak merusak lingkungan, dan tidak mengganggu kehidupan satwa liar. Pengajuan SIMAKSI dilakukan melalui website resmi pengelola kawasan sebelum aktivitas drone dimulai, sehingga kamu bisa mendapatkan izin resmi secara sah. - Drone Operation Fee
Setelah SIMAKSI disetujui, kamu wajib membayar biaya operasional ini. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan, pengawasan, dan pelestarian lingkungan di kawasan konservasi. - Identitas Diri
KTP atau paspor menjadi dokumen penting untuk verifikasi identitas kamu sebagai pemohon, sekaligus memudahkan pengelola memantau penggunaan drone di lapangan. - Surat Permohonan Perseorangan atau Organisasi
Dokumen ini memuat data identitas dan tujuan penggunaan drone, yang menjadi dasar pengajuan izin. - Salinan Rencana Terbang (Flight Plan)
Dengan adanya rencana penerbangan, pihak pengelola bisa menilai jalur, ketinggian, dan area yang aman untuk drone kamu. - Salinan Rekomendasi Safety Assessment dari LPPNI Cabang Denpasar
Rekomendasi ini menjamin bahwa prosedur keselamatan penerbangan drone telah diperiksa dan disetujui oleh lembaga berwenang. - Salinan Registrasi Unit PUKTA dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat, Kemenhub
Setiap drone yang digunakan harus teregistrasi resmi agar tercatat dan diawasi secara hukum. - Salinan Lisensi Pilot PUKTA dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat, Kemenhub
Lisensi ini memastikan operator drone memiliki kemampuan teknis dan kompetensi untuk mengendalikan drone dengan aman. - Dokumen Asli dan Salinan Izin Terbang PUKTA dari Direktorat Navigasi Penerbangan, Kemenhub
Izin ini wajib dimiliki sebelum kamu mulai menerbangkan drone di kawasan konservasi. - Salinan Polis Asuransi Kecelakaan PUKTA
Polis asuransi ini memberikan perlindungan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan selama operasi drone. - Materai Rp10.000,-
Beberapa dokumen resmi memerlukan materai sebagai tanda sah dan legalitas administrasi.
Baca juga: Aturan & Izin Menerbangkan Drone di Area Wisata Labuan Bajo & Taman Nasional Komodo
Bagaimana Cara Mengajukan Izin Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo?
Untuk bisa menerbangkan drone di Taman Nasional Komodo, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengajukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). SIMAKSI menjadi syarat utama karena memastikan setiap aktivitas drone dilakukan dengan aman, tidak merusak lingkungan, dan tidak mengganggu kehidupan satwa liar. Pengajuan izin ini dapat dilakukan melalui website resmi Taman Nasional Komodo di https://www.siora.id/Service/Simaksi.
Berikut panduan langkah demi langkah yang bisa kamu ikuti:
- Masuk ke Website Resmi dan Buat Akun
Buka situs SIMAKSI dan buat akun dengan email aktif. Email ini akan digunakan untuk verifikasi dan komunikasi terkait pengajuan izin. - Pilih Jenis SIMAKSI
Saat mengisi formulir, pilih opsi “Izin Khusus (Videografi/Drone)” untuk menyesuaikan tujuan penggunaan drone kamu. - Lengkapi Formulir Pengajuan
Isi semua data dengan teliti, mulai dari identitas diri hingga detail rencana penerbangan. Pastikan semua informasi sesuai dengan dokumen yang kamu miliki. - Unggah Dokumen Pendukung
Sertakan dokumen seperti KTP atau paspor, lisensi pilot drone, registrasi drone, serta surat permohonan. Semua dokumen ini diperlukan untuk mempermudah proses verifikasi pihak pengelola. - Submit Formulir dan Tunggu Konfirmasi
Setelah formulir lengkap, klik “Submit”. Pengajuan sebaiknya dilakukan minimal 7 hari sebelum tanggal trip, karena proses verifikasi dan evaluasi memerlukan waktu sekitar 3 hari kerja.
Setelah permohonan diajukan, pihak pengelola akan mengirimkan email konfirmasi:
- Disetujui: Email berisi detail izin SIMAKSI resmi yang bisa kamu gunakan untuk penerbangan drone.
- Ditolak: Email menjelaskan alasan penolakan dan memberikan petunjuk perbaikan data. Jika ditolak, kamu perlu mengajukan ulang dengan informasi yang benar.
Setelah SIMAKSI disetujui, langkah berikutnya adalah membayar Drone Operation Fee. Biaya ini digunakan untuk mendukung pengelolaan, pengawasan, dan pelestarian lingkungan di kawasan konservasi. Proses pembayarannya dilakukan melalui aplikasi SIORA, yang bisa diunduh di Google Play Store maupun App Store.
Berikut langkah pembayarannya:
- Buka aplikasi dan pilih fitur Komodo Reservation.
- Masukkan data kunjungan, termasuk waktu, durasi, dan jumlah peserta.
- Pilih tiket Drone Operation Fee sesuai jumlah drone yang digunakan.
- Lengkapi data kapal dan penumpang dengan akurat.
- Konfirmasi dan lakukan pembayaran melalui virtual account yang tersedia.
Setelah pembayaran berhasil, kamu akan menerima dokumen bukti dari SIORA. Dokumen ini wajib ditunjukkan kepada petugas sebelum mulai menerbangkan drone, sehingga penerbanganmu tetap sah dan sesuai aturan.
Dimana Area dan Zona yang Dilarang Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo?
Sebelum kamu menerbangkan drone, penting untuk mengetahui bahwa tidak semua area di Taman Nasional Komodo bisa diakses. Beberapa zona memiliki aturan khusus demi menjaga keselamatan satwa dan kelestarian lingkungan, sehingga drone dilarang terbang di wilayah tersebut. Berikut beberapa area yang perlu kamu hindari untuk menerbangkan drone:
- Pulau Kalong (Rinca)
Pulau ini merupakan habitat kalong besar (Pteropus vampyrus), mamalia terbang yang tidur di siang hari. Kalong sangat sensitif terhadap suara bising dan cahaya terang, termasuk dari drone. Oleh karena itu, drone tidak boleh diterbangkan di perairan sekitar Pulau Kalong, agar kamu tidak mengganggu satwa yang dilindungi ini. - Resort Loh Buaya (Pulau Rinca) dan Resort Loh Liang (Pulau Komodo)
Kedua pulau ini menjadi habitat berbagai jenis burung penting, mulai dari kakatua kecil jambul kuning hingga burung pemangsa seperti elang. Karena drone dan burung menggunakan wilayah udara yang sama, penerbangan drone bisa dianggap sebagai ancaman atau pesaing oleh satwa. Demi keselamatan burung dan kelestarian habitatnya, drone dilarang terbang di area Resort Loh Buaya dan Loh Liang. - Zona Inti Taman Nasional Komodo
Zona inti mencakup wilayah daratan yang menjadi habitat utama komodo. Area ini sangat sensitif dan ditetapkan sebagai kawasan konservasi utama. Kamu tidak diperbolehkan memasuki zona ini maupun menerbangkan drone di atasnya, karena dapat mengganggu perilaku alami komodo dan berisiko bagi keselamatanmu sendiri.
Apa Saja Etika dan Tanggung Jawab Pengguna Drone di Taman Nasional Komodo?
Selain memastikan izin resmi lengkap, kamu juga perlu memperhatikan etika dan tanggung jawab saat menggunakan drone. Hal ini penting agar penerbanganmu aman, nyaman, dan tidak mengganggu lingkungan maupun pengunjung lain. Berikut beberapa panduan yang bisa kamu ikuti:
- Hindari Mengganggu Satwa
Pastikan kamu tidak menerbangkan drone terlalu dekat dengan komodo atau satwa lain. Drone yang terlalu dekat dapat menimbulkan stres pada hewan dan mengganggu perilaku alaminya. - Jaga Privasi Pengunjung Lain
Saat merekam dengan drone, selalu perhatikan keberadaan pengunjung lain. Mengambil gambar tanpa izin bisa mengganggu pengalaman wisata mereka, sehingga penting bagi kamu untuk menjaga privasi semua orang. - Patuhi Batas Ketinggian dan Zona Aman
Mematuhi aturan teknis penerbangan, seperti ketinggian maksimal dan zona aman, tidak hanya memastikan legalitas drone kamu, tetapi juga melindungi keselamatan semua pihak di sekitar. - Gunakan Drone dengan Bertanggung Jawab
Hindari terbang saat cuaca buruk atau kondisi angin kencang. Selalu awasi drone agar tidak hilang atau jatuh di area sensitif, sehingga kamu tetap menjaga keamanan lingkungan dan perangkatmu. - Gunakan Jasa Dokumentasi Profesional Jika Ragu
Jika kamu merasa kurang yakin dengan kemampuan terbang drone atau prosedur izin, mempercayakan pengambilan gambar udara kepada tim profesional bisa menjadi pilihan yang bijak. Dengan Labuan Bajo Productions, kamu tetap bisa mendapatkan foto dan video berkualitas tinggi, sekaligus memastikan keselamatan satwa, lingkungan, dan perangkat drone kamu. Cara ini memungkinkan kamu menikmati liburan tanpa khawatir, sementara momen-momen berharga tetap terdokumentasi secara profesional.
Baca juga: Apa Saja Jenis Paket Dokumentasi Trip Labuan Bajo? Cek Di Sini!
Abadikan Momen Liburanmu dengan Drone Bersama Labuan Bajo Productions!
Jadi, apakah boleh menerbangkan drone di Taman Nasional Komodo? Jawabannya boleh, tetapi hanya jika kamu mematuhi seluruh aturan, melengkapi dokumen resmi, mengikuti prosedur izin SIMAKSI, membayar Drone Operation Fee, serta memperhatikan zona larangan dan etika penggunaan drone. Dengan kata lain, penerbangan drone di kawasan ini legal dan aman asalkan semua persyaratan terpenuhi. Namun, memahami semua aturan dan prosedur ini bisa terasa cukup kompleks, terutama jika kamu ingin fokus menikmati liburan.
Maka dari itu, kamu bisa mempercayakan dokumentasi liburan pada jasa profesional lokal yang berpengalaman. Dengan begitu, momen-momen berharga tetap terekam dengan kualitas tinggi tanpa perlu repot mengurus izin atau teknis drone. Salah satunya adalah Labuan Bajo Productions, tim dokumentasi lokal yang sudah terbiasa menangani pengambilan gambar di kawasan konservasi. Kami tidak hanya memastikan hasil foto dan video kamu berkualitas, tetapi juga mematuhi semua aturan penggunaan drone di Taman Nasional Komodo. Dengan dukungan tim profesional, kamu bisa menikmati liburan dengan tenang, sementara setiap momen terekam secara legal, aman, dan profesional.
Untuk mengabadikan liburanmu dengan cara yang mudah dan aman, kamu bisa langsung booking paket dokumentasi trip Labuan Bajo kami sekarang dan rasakan pengalaman dokumentasi profesional dariLabuan Bajo Productions selama menjelajahi Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo.

FAQs Tentang Menerbangkan Drone di Taman Nasional Komodo
Apakah semua jenis drone bisa diterbangkan di kawasan konservasi?
Tidak semua drone diperbolehkan. Drone yang digunakan harus terdaftar dan memiliki lisensi resmi PUKTA. Ini memastikan drone aman untuk terbang dan sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah.
Dokumen apa saja yang perlu disiapkan sebelum mengajukan izin drone?
Kamu perlu menyiapkan SIMAKSI, Drone Operation Fee, identitas diri, surat permohonan, rencana penerbangan (flight plan), rekomendasi safety assessment, registrasi unit dan lisensi pilot PUKTA, dokumen izin terbang, polis asuransi kecelakaan, dan materai. Kelengkapan dokumen ini memastikan penerbanganmu aman dan sah secara hukum.
Bagaimana cara mengajukan SIMAKSI untuk drone?
Pengajuan SIMAKSI dilakukan melalui website resmi Taman Nasional Komodo (https://www.siora.id/Service/Simaksi). Kamu perlu membuat akun, memilih jenis izin drone, mengisi formulir, mengunggah dokumen pendukung, lalu men-submit permohonan. Proses verifikasi biasanya memakan waktu sekitar 3 hari kerja, jadi pastikan mengajukan minimal 7 hari sebelum trip.
Bagaimana cara memastikan drone tidak mengganggu satwa saat terbang?
Pastikan kamu mengatur ketinggian aman, menjauh dari habitat sensitif, dan menghindari suara bising. Mematuhi zona larangan serta memonitor perilaku satwa selama penerbangan juga sangat penting agar ekosistem tetap terlindungi.
Apakah menggunakan jasa dokumentasi profesional lebih aman dibanding menerbangkan drone sendiri?
Jika kamu belum berpengalaman dalam menerbangkan drone, menggunakan jasa profesional seperti Labuan Bajo Productions lebih aman. Tim profesional sudah memahami prosedur izin, zona larangan, dan teknik penerbangan yang tepat sehingga kamu tetap bisa mendapatkan hasil foto dan video berkualitas tanpa mengganggu satwa atau lingkungan.