Apa Perbedaan Pembuatan Konten Video untuk Brand Awareness vs Conversion? Cek di Sini!
Fitriyawati
Februari 8, 2026
8 min read
Banyak brand masih menganggap semua video bisa dipakai untuk semua tujuan. Padahal, cara merancang konten video untuk membangun awareness dan untuk mendorong conversion itu sangat berbeda. Dari sini biasanya muncul satu pertanyaan penting, sebenarnya, “apa perbedaan pembuatan konten video untuk brand awareness dan conversion?” Di artikel ini, kamu akan menemukan perbedaan pembuatan konten video untuk brand awareness dan conversion, lengkap dengan karakteristik masing-masing.
Poin Utama
- Konten video brand awareness fokus membangun pengenalan dan persepsi brand, bukan langsung jualan.
- Konten video conversion dirancang khusus untuk mendorong tindakan nyata seperti pembelian atau booking.
- Perbedaan keduanya terlihat jelas dari tujuan, target audiens, storytelling, visual, hingga call to action.
- Tidak semua video bisa dipakai untuk dua tujuan sekaligus tanpa strategi yang tepat.
Apa Itu Konten Video untuk Brand Awareness?

Konten video untuk brand awareness adalah jenis video yang bertujuan mengenalkan brand kamu ke audiens yang lebih luas. Fokus utamanya bukan pada penjualan, melainkan pada bagaimana brand kamu dikenal, diingat, dan dipersepsikan oleh orang-orang yang mungkin sebelumnya belum familiar. Video brand awareness biasanya ditempatkan di tahap awal marketing funnel. Artinya, audiens yang menonton belum tentu sedang mencari produk atau layanan tertentu.
Oleh karena itu, pesan yang disampaikan cenderung lebih ringan, relevan secara emosional, dan mudah dicerna tanpa perlu konteks teknis. Dalam praktiknya, konten video brand awareness sering digunakan untuk membangun identitas brand, memperkenalkan nilai yang dipegang, serta menciptakan kedekatan awal dengan audiens. Tujuan jangka panjangnya adalah menanamkan brand di benak audiens sebelum mereka masuk ke tahap pertimbangan.
Apa Itu Konten Video untuk Conversion?

Berbeda dengan brand awareness, konten video untuk conversion dibuat dengan tujuan yang jauh lebih spesifik. Video ini dirancang untuk mendorong audiens melakukan aksi nyata setelah menonton, baik itu membeli produk, mengisi formulir, melakukan booking, atau menghubungi tim. Konten video conversion biasanya ditujukan untuk audiens yang sudah mengenal brand kamu sebelumnya. Mereka mungkin sudah melihat iklan, konten media sosial, atau website kamu, dan sekarang berada di tahap mempertimbangkan keputusan. Karena itu, pembuatan video conversion harus lebih fokus, jelas, dan terarah. Pesannya tidak lagi sekadar membangun kesan, tetapi menjawab kebutuhan audiens secara langsung dan memberikan alasan kuat untuk bertindak sekarang.
Apa Perbedaan Pembuatan Konten Video untuk Brand Awareness vs Conversion?
Perbedaan pembuatan konten video untuk brand awareness dan conversion tidak hanya mengenai tujuan akhir, tetapi juga menyentuh hampir seluruh proses produksi video, mulai dari cara menyusun pesan hingga strategi distribusinya. Berikut adalah perbedaan utama yang perlu kamu pahami agar pembuatan konten video tidak salah arah dan benar-benar sesuai dengan tujuan brand kamu:
| Aspek | Video Brand Awareness | Video Conversion |
| Tujuan Konten | Membangun pengenalan dan persepsi brand, menciptakan kedekatan tanpa mendorong tindakan langsung. | Mendorong audiens mengambil tindakan nyata, seperti pembelian, booking, atau kontak langsung. |
| Target Audiens | Audiens luas yang mungkin belum mengenal brand kamu; konten bersifat umum dan mudah diterima. | Audiens yang sudah punya ketertarikan atau kebutuhan spesifik; konten fokus dan relevan. |
| Konsep Storytelling | Membangun koneksi emosional, cerita mengalir, menekankan suasana dan nilai brand. | Alur cerita terstruktur, mulai dari kebutuhan audiens hingga solusi yang ditawarkan. |
| Visual & Gaya Produksi | Visual mendukung identitas dan karakter brand, fokus memperkuat kesan dan suasana. | Visual menekankan kejelasan pesan dan kemudahan dipahami, membantu audiens mengambil keputusan. |
| Platform Distribusi | Platform jangkauan luas, seperti media sosial; menarik perhatian cepat dan relevan dengan konsumsi konten. | Platform lebih spesifik, seperti website, landing page, atau iklan berbayar; langsung mengarah ke pesan utama. |
| Call to Action (CTA) | Bersifat ringan, mengajak audiens mengenal brand lebih jauh tanpa tekanan. | Jelas dan spesifik, mendorong audiens untuk segera mengambil tindakan tertentu. |
1. Perbedaan Tujuan Konten
Perbedaan paling mendasar antara pembuatan konten video brand awareness dan conversion terletak pada tujuan akhirnya. Dari sinilah arah konsep, pesan, dan hasil yang ingin dicapai akan sangat berbeda. Berikut perbedaan tujuan pembuatan video untuk brand awareness dan conversion yang perlu kamu pahami sejak awal:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
Pembuatan video untuk brand awareness berfokus membangun pengenalan dan persepsi brand di benak audiens, terutama mereka yang masih berada di tahap awal mengenal bisnis kamu. Oleh karena itu, video dirancang untuk menciptakan kesan, relevansi, dan kedekatan tanpa mendorong tindakan langsung. - Pembuatan video untuk conversion:
Sebaliknya, pembuatan video untuk conversion bertujuan mendorong audiens agar segera mengambil tindakan yang jelas dan terukur. Karena itu, pesan video dibuat lebih langsung, terarah, dan fokus membantu untuk mengubah ketertarikan audiens menjadi aksi nyata.
2. Perbedaan Target Audiens
Selain tujuan, perbedaan pembuatan konten video untuk brand awareness vs conversion juga terlihat jelas dari siapa audiens yang ingin kamu jangkau. Target audiens ini akan sangat memengaruhi gaya bahasa, kedalaman pesan, dan pendekatan visual yang digunakan. Berikut perbedaan target audiens dalam pembuatan video brand awareness dan conversion:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
Video brand awareness menargetkan audiens yang masih luas dan belum tentu mengenal brand kamu sebelumnya. Karena itu, konten dibuat lebih umum, kontekstual, dan mudah diterima tanpa asumsi pengetahuan awal dari audiens. - Pembuatan video untuk conversion:
Sebaliknya, video conversion menargetkan audiens yang sudah punya ketertarikan atau kebutuhan spesifik. Oleh karena itu, pesan videonya bisa lebih fokus, relevan, dan langsung menyentuh masalah yang sedang kamu bantu selesaikan.
3. Perbedaan Konsep Storytelling
Storytelling menjadi elemen penting dalam pembuatan konten video, tetapi pendekatannya berbeda tergantung tujuan konten. Cara kamu menyusun alur cerita akan menentukan bagaimana audiens memahami dan merespons pesan yang disampaikan. Berikut perbedaan konsep storytelling pada video brand awareness dan conversion:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
Storytelling pada video brand awareness dibangun untuk menciptakan koneksi emosional dan kesan jangka panjang terhadap brand kamu. Cerita disusun mengalir, tidak terburu-buru, dan lebih menekankan suasana serta nilai yang ingin ditanamkan. - Pembuatan video untuk conversion:
Pada video conversion, storytelling digunakan sebagai alat untuk mengarahkan audiens menuju keputusan. Alur cerita dibuat lebih terstruktur, dimulai dari kebutuhan audiens, lalu berlanjut ke solusi yang kamu tawarkan.
Baca juga: Bagaimana Video Komersial Membantu Brand Awareness di Labuan Bajo? Cek di Sini!
4. Perbedaan Visual dan Gaya Produksi Video
Visual bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal fungsi dalam menyampaikan pesan. Itulah kenapa gaya produksi video untuk brand awareness dan conversion tidak bisa disamakan. Berikut perbedaan visual dan gaya produksi video untuk kedua tujuan tersebut:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
Video brand awareness cenderung menggunakan visual yang mendukung identitas dan karakter brand secara konsisten. Pemilihan angle, warna, dan ritme editing diarahkan untuk memperkuat kesan dan suasana yang ingin kamu bangun. - Pembuatan video untuk conversion:
Sebaliknya, visual pada video conversion difokuskan pada kejelasan pesan dan kemudahan dipahami audiens. Setiap elemen visual digunakan untuk membantu audiens memahami manfaat dan alasan mengambil tindakan.
5. Perbedaan Platform Distribusi Video
Platform distribusi sangat memengaruhi bagaimana konten video dirancang sejak awal. Brand awareness dan conversion biasanya bermain di channel yang berbeda dengan ekspektasi audiens yang berbeda pula. Berikut perbedaan platform distribusi video untuk brand awareness dan conversion:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
Video brand awareness umumnya didistribusikan melalui platform dengan jangkauan luas seperti media sosial. Di sini, video perlu menarik perhatian cepat dan relevan dengan kebiasaan konsumsi konten audiens kamu. - Pembuatan video untuk conversion:
Sementara itu, video conversion lebih sering ditempatkan di website, landing page, atau iklan berbayar. Karena audiens sudah lebih fokus, konten video harus langsung mengarah pada pesan utama dan tujuan aksi.
6. Perbedaan Call to Action (CTA)
Call to action menjadi penutup penting dalam sebuah konten video, tetapi bentuk dan pendekatannya berbeda sesuai tujuan. Kesalahan dalam menentukan CTA sering membuat video tidak bekerja maksimal. Berikut perbedaan CTA pada konten video brand awareness dan conversion:
- Pembuatan video untuk brand awareness:
CTA pada video brand awareness bersifat ringan dan tidak menekan audiens. Tujuannya mengajak audience untuk mengenal brand lebih jauh tanpa harus mengambil keputusan langsung. - Pembuatan video untuk conversion:
Sebaliknya, CTA pada video conversion dirancang jelas dan spesifik. Audiens diarahkan untuk segera melakukan satu tindakan tertentu setelah menonton video tersebut.
Konten Video untuk Brand Awareness vs Conversion: Mana yang Terbaik?
Sebenarnya, pilihan antara konten video brand awareness atau conversion sangat bergantung pada tujuan yang ingin kamu capai saat ini. Ada kondisi di mana brand kamu perlu lebih dulu dikenal dan dipahami audiens, sehingga fokus utamanya adalah membangun persepsi, kepercayaan, dan kedekatan secara bertahap. Pada fase ini, konten video brand awareness berperan sebagai fondasi agar audiens punya konteks yang cukup sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Namun, ketika brand kamu sudah memiliki perhatian dan ketertarikan dari audiens, kebutuhan konten pun ikut berubah. Konten video conversion kemudian dibutuhkan untuk mengarahkan audiens mengambil tindakan yang jelas dan terukur sesuai tujuan bisnis kamu. Dalam praktiknya, kedua jenis konten ini sering kali saling melengkapi dan digunakan secara berurutan agar strategi video marketing berjalan lebih efektif dan terarah.
Baca juga: Apa Perbedaan Konten Komersial vs Non Komersial? Cek di Sini!
Maksimalkan Strategi Video Marketing Bersama Labuan Bajo Productions!
Dari pembahasan di atas, terlihat jelas bahwa pembuatan konten video untuk brand awareness dan conversion membutuhkan pendekatan yang berbeda sejak awal. Mulai dari tujuan konten, target audiens, konsep storytelling, hingga visual dan call to action, semuanya tidak bisa disamakan tanpa strategi yang tepat. Karena itulah, memahami apa perbedaan pembuatan konten video untuk brand awareness vs conversion menjadi langkah penting agar video yang kamu buat benar-benar bekerja sesuai tujuan bisnis, bukan sekadar terlihat rapi secara visual.
Kalau kamu ingin membuat konten video untuk bisnis, terutama jika kamu memiliki usaha di Labuan Bajo, bekerja sama dengan tim profesional lokal bisa menjadi keputusan yang tepat. Kamu bisa memilih Labuan Bajo Productions sebagai partner pembuatan video marketing untuk bisnis di Labuan Bajo. Kami berpengalaman menangani berbagai proyek konten video bisnis dengan tim yang terdiri dari videografer profesional dan kru berpengalaman. Setiap proses kami rancang secara terarah, mulai dari perencanaan konsep hingga eksekusi di lapangan, agar hasil video selaras dengan tujuan bisnismu.
Hubungi tim Labuan Bajo Productions dan konsultasikan kebutuhan konten video bisnismu bersama tim kami sekarang!
